Laman

Sabtu, 18 Mei 2013

Satu dan Tiga


Di batas senja itu,
Tak juga kutemukan kepastian.
Aku berhasil melewati yang satu.
Tapi kini, aku dihadang dengan tiga sekaligus.
Jika saat itu untuk satu aku butuh waktu yang begitu lama
Entah dengan yang ini,
Berapa banyak kesadaran yang harus ku yakinkan.
Untuk terus melangkah ke depan,
Menghindari kembali sang satu, dan melewati ketiganya,

Kamis, 16 Mei 2013

Kupilih Waktu


Petang ini aku berusaha melihat,
Tapi yang mampu kulihat hanyalah petang pula.
Kulebarkan mata untuk sekedar melihat setitik cahaya.
Ingin ku intip sedikit masa depan.
Namun tetap saja tak kunjung kutemukan.
Akhirnya, kuberanikan diri beranjak.
Kuraba dinding kamarku.
Mencari pegangan terkuat yang mampu kutemukan.
Dan akhirnya kutetapkan,
Waktulah yang mampu meluruhkan segalanya.


Kalasan, 9 Desember 2012
Novella Cathlin

Jumat, 19 April 2013

Realita Dunia Tua


Izinkan aku menembusi bumi,
kala caci maki kian meraja.
Biarkan aku meruntuhkan langit,
Saat fakta selalu disumbat kuasa.

Realita dunia tua
Semakin picik dan licik tanpa nurani
Hanya sebatas kata untukku,
Tanpa kau!

Sabtu, 02 Februari 2013

Untuk yang Terhormat

Hukum telah kau pancung
Keadilan pun kau kebiri
Kau anggap kau Tuhan atas dunia
Tapi kau lupa akan kami.
Lalu,
Kau berkoar-koar atas nama keadilan
Cih, Peduli setan!
Rayuanmu sudah tak mempan
Mendengar pun enggan.
Mungkin logikamu telah mati,
Dan naluri pun telah membusuk di dasar hati.
Kau kira masih bisa berjalan di atas kuasa
Ketika kami yang kau anggap tiada
Mampu mengadakan diri dihadapmu.

Kutoarjo, 14 Oktober 2012
Novella Cathlin

Jumat, 01 Februari 2013

Persinggahan Malam

Stasiun Kutoarjo
Dipemberhentian
Hanya ada langit malam
dan gerbong-gerbong kereta usang.
Yang terkadang meninggalkan persinggahan
Tiada kepastian yang ada
Semua yang ada pasti akan tiada
Tiada kepastian yang pasti
Yang ada hanyalah perubahan,
Dalam hidup dan penghidupan.
Inilah perjalanan.
Seperti pula gerbong-gerbong kereta usang
Yang bergerak meninggalkan persinggahan
Lalu hilang, dan terlupakan
Begitu pula langit malam yang berganti pagi.
Sedang, aku masih tetap begini.

Stasiun Kutoarjo, 14 Oktober 2012
oleh. Novella Cathlin

Minggu, 09 Desember 2012

Rosaline, Sosok di Antara Romeo dan Juliet

Entah kenapa malam ini tiba-tiba saya merasa sangat 'gemas' terhadap sosok Romeo. Saya kira hampir semua orang pernah mendengar mengenai drama percintaan tragedi romantis yang berjudul Romeo dan Juliet. Romeo dan Juliet merupakan sepasang kekasih yang cintanya banyak dikatakan oleh orang-orang sebagai cinta sejati, cinta sepanjang masa, cinta sehidup semati, atau apapun itu orang-orang menyebutnya saya tidak terlalu peduli. Kisah Romeo dan Juliet ini terhalang oleh pertikaian antar dua keluarga mereka. Dan kebanyakan cerita mengatakan saat usia 17 tahun keluarga Juliet mengadakan pesta ulang tahun sekaligus sebagai petkenalan Valiant Paris, calon suami Juliet. dan di sinilah Romeo yang melihat Juliet langsung jatuh cinta kepadanya, begitu pula dengan Juliet yang juga merasakan perasaan cinta kepada Romeo. dari sinilah kisah cinta yang banyak dipentaskan dipertunjukan-pertunjukan itu dimulai. mereka menjadi kekasih dan menyembunyikan hubungan mereka dari kedua belah keluarga.
Namun, TAHUKAN ANDA? dibalik kisah cinta yang diagung-agungkan itu tersimpan rapi sosok yang bernama Rosaline. Rosaline merupakan sosok wanita di balik kisah cinta Romeo dan Juliet. Cinta pertama dari Romeo itu sendiri. Selama ini kebanyakan orang cenderung hanya melihat kisah dari Romeo dan Juliet saja. tapi ada satu sosok yang terabaikan, yaitu Rosaline. Romeo yang awalnya SANGAT mencintai Rosaline, namun saat menyusup ke pesta ulang tahun Juliet DEMI bertemu dengan Rosaline menjadi berpaling kepada Juliet karena terpesona oleh kecantikannya. Yah, Juliet itu adalah sepupu dari Rosaline itu sendiri. Penghianatanlah yang didapatkan oleh Rosaline. Dan secara tidak langsung, Rosaline merupakan sosok yang telah mempertemukan Romeo kepada Julietnya. Namun, takdir memang tak bisa berubah. Cinta itu memang harus egois. Dan itulah yang dilakukan oleh Juliet. Tak peduli bahwa dia telah menyakiti orang lain, tak peduli bahwa dia telah menghianati orang lain (Paris calon suaminya) namun tetap mempertahankan cintanya. Apapun yang terjadi.
Tapi yang membuat saya merasa 'gemas' adalah cinta Romeo kepada Rosaline. Begitu mudahnya Romeo dapat berpaling kepada Juliet. Apakah cinta Romeo kepada Rosaline memang sedangkal itu? Padahal pada awalnya ketika cinta itu masih menggebu, betapa indahnya Romeo menggambarkan sosok Rosaline, tapi kini, semua itu padam tanpa sisa. Jadi, silahkan simpulkan sendiri tentang Romeo, Rosaline, dan Juliet ini. :)

Sabtu, 08 Desember 2012

Dalam Ilalang


Aku menyusuri ilalang
Di antara getar-getar kehidupan
Di antara gesekan dedaunan
Di situlah kutemukan kedamaian.
Aku masih menyusuri ilalang
Yang pesonanya terenggut sang mawar
Melayang bersama jutaan dandelion
Tanpa sayap,
Dan lenyap.
Aku masih tetap bertahan menyusuri ilalang
Karena ini yang mampu kulakukan.
Dalam ilalang.

Kalasan, 15 Oktober 2012
karya. Novella Cathlin

Selasa, 20 November 2012

Altar

Kugiring mimpi di atas persembahan terakhir
Batas antara maya dan nyata
Yang kini kian tak kentara
Seret. Seret. Seret!
Namun,
Tak kunjung beranjak.
Kalasan, 9 Oktober 2012
karya. Novella Cathlin
dalam Melodi di Ujung Luka


Jumat, 14 September 2012

Sejuta Pesona dalam Kenangan


Untuk kalian,
Sejuta pesona yang tak kunjung padam,
Dengan  segala keunikan dan keindahan,
Yang mungkin tak kan mampu tertolak

Ku persembahkan bait-bait kata
Yang mungkin kelak akan kalian lupa

Segala yang sempat terkenang
Ku harap kekal dalam keindahan
Bukan lamunan akan senja atau malam
Tapi aku titipkan satu bintang untuk kalian.

Bukan kisah atau pun cerita
Ini hanya memori yang semoga tak padam
Dalam keremangan malam
Semua akan selalu kita kenang

Sejuta pesona yang tak kunjung padam…
Sampai jumpa,
Untuk segala cita dan cinta yang ada….

Special untuk Kelas XA SMA N 1 Kalasan,
14 September 2012
-Novella Cathlin-

Sabtu, 08 September 2012

Dan... Antara Malam, Bintang, untuk Purnama

Dan,
aku terdampar dalam kehampaan tanpa logika.
Menelan sejuta asa yang sempat ku puja.
Kini, hanya menyisakan luka.

Dan,
Bukan bermaksud mengingkari harapan.
Ini hanyalah sebuah dosa yang terlanjur tertelan.
Mengobati rindu dengan sembilu luka.

Dan,
aku terdampar, hilang, dan tenggelam.
Pada malam yang semakin kelam.
Dalam dendam yang tak kunjung padam